FAKTOR MATERNAL YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN BBLR DI RSUD WONOSARI
Kata Kunci:
BBLR, faktor maternal, komplikasi kehamilan, LILAAbstrak
Pendahuluan: Bayi berat lahir rendah (BBLR) masih menjadi masalah kesehatan ibu dan anak karena berkaitan dengan risiko kematian neonatal serta gangguan tumbuh kembang. Di RSUD Wonosari, kejadian BBLR meningkat dari 15,3% pada tahun 2019 menjadi 17,9% pada tahun 2020. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor maternal yang mempengaruhi kejadian BBLR di RSUD Wonosari tahun 2021. Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif observasional analitik dengan desain cross-sectional. Populasi adalah 372 ibu melahirkan di RSUD Wonosari periode Januari-Juni 2021. Sampel sebanyak 193 ibu dipilih menggunakan purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel independen meliputi pendidikan ibu, komplikasi kehamilan, lingkar lengan atas (LILA), dan riwayat abortus, sedangkan variabel dependen adalah kejadian BBLR. Data diperoleh dari rekam medis dan dianalisis menggunakan uji chi-square, odds ratio, serta regresi logistik. Hasil: Mayoritas responden berpendidikan dasar (52,8%), mengalami komplikasi kehamilan (76,7%), tidak mengalami KEK berdasarkan LILA (69,4%), dan tidak memiliki riwayat abortus (86,5%). Kejadian BBLR sebesar 23,8%. Komplikasi kehamilan berhubungan dengan BBLR (p=0,004; OR=5,733), begitu pula LILA KEK (p=0,000; OR=5,821). Pendidikan ibu dan riwayat abortus tidak berhubungan secara statistik. Analisis multivariat menunjukkan LILA KEK sebagai faktor paling dominan (OR=162,139; 95% CI=21,293-1234,630). Simpulan: Faktor maternal yang mempengaruhi kejadian BBLR adalah komplikasi kehamilan dan LILA, dengan LILA sebagai faktor paling dominan.
