HUBUNGAN DIGITALISASI PELAYANAN DAN TRANSFORMASI DIGITAL DENGAN KUALITAS PELAYANAN RAWAT JALAN DI RSUD DR. ZUBIR MAHMUD KABUPATEN ACEH TIMUR
Kata Kunci:
Digitalisasi Pelayanan, Kualitas Pelayanan, Rawat Jalan, Rumah Sakit, Transformasi DigitalAbstrak
Pendahuluan: Digitalisasi dan transformasi digital di RSUD dr. Zubir Mahmud Kabupaten Aceh Timur telah diterapkan melalui sistem layanan berbasis teknologi untuk meningkatkan efisiensi. Namun, dalam implementasinya masih ditemukan kendala teknis seperti ketidaksesuaian antrean dan integrasi sistem yang belum optimal, sehingga berpotensi memengaruhi kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara digitalisasi pelayanan dan transformasi digital dengan kualitas pelayanan rawat jalan di RSUD dr. Zubir Mahmud pada tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah pasien rawat jalan pengguna layanan digital sebanyak 5.860 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling sehingga diperoleh 98 responden. Variabel penelitian meliputi digitalisasi pelayanan dan transformasi digital sebagai variabel independen, serta kualitas pelayanan sebagai variabel dependen. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji statistik Spearman Rank. Hasil: Adanya hubungan signifikan antara digitalisasi pelayanan dengan kualitas pelayanan rawat jalan (p = 0,000) dengan kekuatan hubungan yang kuat dan positif (r = 0,661). Demikian pula pada variabel transformasi digital, ditemukan hubungan signifikan dengan kualitas pelayanan (p = 0,000) dengan koefisien korelasi sebesar 0,750, yang menunjukkan tingkat hubungan kuat dan searah. Simpulan: Digitalisasi dan transformasi digital terbukti memiliki korelasi positif yang kuat terhadap peningkatan kualitas pelayanan rawat jalan. Semakin optimal penerapan teknologi dan adaptasi digital di rumah sakit, maka semakin baik kualitas pelayanan yang dirasakan pasien. Pihak manajemen disarankan melakukan penguatan integrasi sistem antar unit dan pelatihan berkelanjutan bagi tenaga kesehatan untuk meminimalkan kendala teknis di lapangan.
