HUBUNGAN PERILAKU MEROKOK DAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP KEJADIAN ISPA PADA LANSIA GAMPONG JAWA
Kata Kunci:
Aktivitas Fisik, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Perilaku MerokokAbstrak
Pendahuluan: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada lansia akibat penurunan fungsi sistem imun seiring proses penuaan. Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari, seperti kebiasaan merokok, kurangnya aktivitas fisik, serta tidak mencuci tangan pakai sabun, turut berperan dalam meningkatkan risiko kejadian ISPA. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan PHBS terhadap kejadian ISPA pada lansia di Gampong Jawa Kecamatan Langsa Kota. Metode: Menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional, sampel terdiri 69 responden yang diambil menggunakan teknik proportional random sampling. Analisis data dilakukan secara univariat (distribusi frekuensi), dan bivariat (chi-square). Hasil: Variabel Perilaku merokok memperoleh nilai p value = 0,012 < α (0,05) artinya perilaku merokok erat kaitannya dengan terjadinya ISPA karena asap rokok mengandung berbagai zat kimia berbahaya. dengan nilai p value = 0,010 < α (0,05), Aktivitas fisik berperan dalam meningkatkan sirkulasi darah sehingga mempercepat distribusi sel-sel imun seperti limfosit dan neutrofil ke seluruh tubuh untuk mendeteksi dan melawan patogen penyebab infeksi. Simpulan: Perilaku Merokok dan Aktivitas Fisik memiliki hubungan signifikan terhadap kejadian ISPA, Penyakit infeksi akut yang menyerang salah satu bagian dan atau lebih dari saluran napas sehingga diperlukan upaya promotif dan preventif secara berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia.
